Itulah rumah-rumah yang sedang bersemi di dalamnya pohon-pohon cinta. Daun-daunnya menghijau segar. Membuat semua yang berteduh di bawahnya terasa hangat dan nyaman. Ranting-rantingnya memanjang dan bercabang-cabang. Seakan ia senantiasa menikmati hidup riang gembira.
Di dalam rumah itu tidak pernah kehabisan tabungan cinta. Ada selalu cara untuk mengekspresikan cinta. Bahkan menambah kedalaman artinya. Pasangan itu mampu menciptakan samudera cinta yang luas tanpa batas.
Di sisi lain ada banyak kebun-kebun cinta yang kering-kerontang. Daun pohon itu berguguran. Rantingnya patah berserakan. Ia tidak bisa dijadikan tempat berteduh siapapun, termasuk pemiliknya. Kehangatan di dalamnya telah sirna. Yang tersisa tinggal panas menyengat.
[DR. Akram Ridha]








